oleh

Komnas PPC-19 bersama Puluhan Warga Datangi Gedung DPRD Palopo

PALOPO, CARIBERITA.CO.ID  – Puluhan masyarakat kota Palopo yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Penanganan Covid-19 (Komnas PPC-19) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palopo, Kamis, (25/06/2020).

Dalam kunjungan Komnas PPC-19 disambut langsung oleh anggota komisi I DPRD Palopo, Ketua Komisi 1 Efendi Sarapang, Aris Munandar, SH dan Nureny, SE.

Ditengah berlangsungnya dialog bersama komisi 1 DPRD Palopo, Yertin Ratu salah satu perwakilan Komnas PPC-19 mengatakan dimana terdapat data penerima bantuan yang di duga tidak valid dan menyebutkan satu sampel berdasarkan data yang didapatkan.

“Untuk itu, kita sebut satu orang oknum tenaga honorer Kelurahan yang mendapatkan bantuan, sementara ada warga yang namanya ada dalam daftar penerima malah di coret. Dimana oknum honorer tersebut termasuk kategori orang yang mampu dibandingkan dengan warga yang hadir di gedung DPRD Kota Palopo ini,” kata Yertin ditengah dialog bersama Komisi I DPRD.

Hal Senada juga disampaikan oleh Korlap aksi Ridal mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa warga ini meminta pemerintah untuk membagikan bantuan sosial kepada warga agar tepat sasaran dan tepat waktu karena uang yang digunakan bukan uang pribadi melainkan dana negara dan transparansikan penggunaan anggaran covid-19.

“Kami menuntut transparani dana anggaran covid-19 yang jumlahnya Rp 31,6 miliar, kami juga meminta hentikan intimidasi kepada warga yang menanyakan bantuan sosial dan meminta transparansi pemerintah terhadap bantuan yang masuk baik dari pihak pemerintah maupun dari pihak ketiga termasuk APD dan obat-obatan,” Ungkap Ridal

Sementara itu anggota DPRD Palopo dari Komisi I Aris Munandar menuturkan terkait dengan masih adanya masyarakat yang belum menerima bantuan hal tersebut akan direspon cepat dan akan ditindak lanjuti.

“Insyallah kita akan merespon cepat dimana kita akan memanggil dinas-dinas terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat agar keluhan – keluhan dari masyarakat dapat terealisasi,”Jelas Aris Munandar.

 

(abdy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait