Tak Mau Temui Massa Aksi, Bukti Kegagalan Hatta Rahman Memimpin Maros 2 Periode? 

MAROS, CARIBERITA.CO.ID– Ratusan massa dari Dua Puluh organisasi pemuda dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Maros, Kamis (25/06/2020).

Massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat Tanah Gersang Menggugat, menagih janji Bupati Maros untuk menuntaskan permasalahan air bersih di daerah pesisir, terkhusus Wilayah Kec. Bontoa

Jenderal Lapangan Pada Aksi, Arung TPW menjelaskan bahwa mereka turun ke jalan menuntut Bupati Maros menuntaskan janji politiknya untuk menyelesaikan krisis air bersih di daerah pesisir khususnya Kecamatan Bontoa.

Dalam aksinya, peserta unjuk rasa melakukan orasi sambil membakar ban bekas dan memblokir akses jalan poros Maros-Makassar yang menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah tersendat.

Unjuk rasa bahkan sempat ricuh, ketika aparat kepolisian meminta agar peserta unjuk rasa membuka blokade jalan namun tidak ditanggapi oleh pengunjuk rasa, sehingga terjadi aksi saling dorong.

“Kalau Bupati Maros Hatta Rahman tidak menjawab tuntutan kami sebagaimana yang tertulis pada undang-undang tentang Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 dan Undang-undang nomor 17 Tahun 2019 tentang sumber daya air, maka Kami minta bupati turun dari jabatannya.” Kata Arung tegas.

Selain itu, Arung menilai Bupati Maros Hatta Rahman tidak menemui massa aksi adalah wujud kegagalan memimpin maros.

“Seharusnya Bupati Maros Hatta Rahman temui kami, agar kita bisa mendapatkan titik temu untuk menyelesaikan persoalan krisis air bersih di Bontoa,” jelasnya.

Arung juga, menganggap pemerintah daerah Maros telah lalai dan abai dalam menuntaskan persoalan air bersih di empat kecamatan yakni Lau, Bontoa, Maros Baru dan Kecamatan Marusu.

Caber Maros : Hamzah Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait