oleh

Buruh Petik Cengkeh ini Tewas Ditikam Parang di Larompong

LUWU, CARI BERITA – Jum’at (06/09/19) sekitar pukul 18.30 WITA, sebuah peristiwa mengenaskan terjadi di warung / kolong rumah seorang juragan petik cengkeh tepatnya di dusun Buntusawa, desa Binturu, Larompong, Luwu.

Di warung itu, Basri (45) seorang buruh Petik cengkeh, warga asal dusun Tetengtana, desa Kasiwiang, Suli ditikam pakai sebilah parang hingga tewas oleh Pelaku yang hingga saat ini masih buron Polisi.

Kejadiannya singkat, awalnya Basri menyuruh dua adiknya yang bernama Sultan dan Anti untuk pergi membelikannya rokok di warung sebelah (TKP).

Setibanya di warung, rupanya kedatangan meraka telah ditunggui oleh kedua Pelaku (salah satu Pelaku diketahui berinisial RI dan seorang lagi adalah kakak kandung RI).

beres beli rokok, kerah baju Sultan tiba-tiba ditarik RI lalu langsung dikeroyok oleh kedua Pelaku dengan tinju dan hantaman balok kayu.

Melihat saudaranya dipukul, Anti berusaha melerai, namun malah ikut kena tonjok bahkan juga sempat dihantam balok kayu oleh RI.

Mendengar keributan dari rumah sebelah, Basri keluar dengan maksud hendak menolong kedua adiknya yang kena pukul, tapi na’as, kedatangannya justru disambut Kakak Kandung RI dengan sebilah parang.

Rupanya saat melihat Basri datang, Kakak RI bergegas masuk ke dalam rumah bosnya mengambil sebilah parang lalu keluar dan tanpa basa-basi langsung menghujamkan parang di tangannya ke dada kiri Basri.

Kena tusuk sekali tepat di Jantungnya, Basri seketika roboh tewas di tempat. Sedangkan RI dan Kakaknya langsung lari meninggalkan lokasi kejadian.

Oleh keluarganya yang kebetulan ada di TKP, Basri sempat dilarikan ke RS. Hikmah Belopa, tapi sayang nyawanya sudah hilang tak tertolong lagi.

Korban Sultan dan Anti saat dimintai keterangan di Mapolres Luwu

Kepada Pihak Kepolisian di Polres Luwu, Sultan mengaku sebelumnya memang perna berselisih dengan salah satu Pelaku yakni RI.

“Mungkin dia (RI) dendam sama saya, sakit hati barangkali karena pernah kutegur waktu napeluk adekku Lani,” terangnya.

Sultan mengungkap bahwa sekitar awal bulan Juli 2019 yang lalu, RI pernah melakukan pelecehan terhadap adik kandungnya Lani (14).

Saat itu RI tanpa sebab yang jelas memeluk Lani di depan umum, hingga Sultan menegurnya dan menyuruh RI pulang.

Hingga berita ini dimuat, Kasat Reskrim AKP Faisal Syam belum bisa dikonfirmasi, namun dari pantauan Tim cariberita.co.id, kasus ini telah ditangani Polres Luwu dan kedua pelaku sedang dalam proses pengejaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

Topik Terkait