oleh

Dhevy Bijak Minta Kementerian Lindungi Hak-Hak Pelaut WNI Yang Bekerja Di Luar Negeri

JAKARTA, CARIBERITA.CO.ID – Rapat Gabungan DPR RI Komisi XI dengan Kementerian Tenaga Kerja, Perhubungan, dan Kelautan Perikanan, digelar di Ruang Rapat Komisi XI, Rabu 12/02/2020

Agenda rapat tersebut yakni membahas perlindungan dan Jaminan Sosial Awak Kapal Asal Indonesia yang bekerja di Luar Negeri

Pada rapat tersebut, Anggota DPR RI Komisi XI yang terpilih dari dapil sulsel 3, Muhammad Dhevy Bijak Mendesak Ketiga Kementrian untuk mengavaluasi regulasi yang dinilai terlalu memberatkan para awak kapal

“Saya minta kementerian perhubungan dan perikanan untuk mengavaluasi regulasi yang terlalu berbelit-belit khususnya yang berkaitan dengan administrasi prasyarat sebagai awak kapal” Tegas Dhevy

Selain itu Dhevy menduga bahwa maraknya praktik percaloan yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan agen perusahaan tertentu

“Yang penting juga tolong kementrian terkait menertibkan perilaku perusahaan yang sampai hari ini masih banyak melakukan praktik percaloan serta sikap tegas kementrian tenaga kerja untuk lebih berpihak pada awak kapal dalam melindungi hak-hak mereka, hal ini penting bagi kami disulawesi selatan mengingat Daerah sulsel merupakan salah satu daerah terbesar penyumbang awak kapal luar Negeri pungkas Legislator muda RI asal Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulsel ini

/Ekki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 comments

  1. Ini merupakan terobosan baru dari DPR yang menyuarakaan pelaut di Indonesia walaupun secara khusus disebutkan di Sul-sel.

    Yang paling terpenting adalah langkah taktis perlu dirumuskan untuk penyelwsaiaan masalah tersebut dengan membentuk Tin khusus melakukan investigasi terkait begitu banyaknya persoalan yg dialami para pelaut.

    Tim Independen sangat dibutuhkan dan sebisa mungkin melibatkan perwakilan dari pelaut bila ingin mendapatkan Hasil yg maksimal.

  2. Ijaza tingkat perwira bnyk yg di jual kelas 1 dan 2 tnpa harus melewati prosedur, bnyk anak bangsa bertahun2 berlayar utk kejar tingkat perwira sia2 dan Ijazax di jual org asing contohx kbnykan org India, shingg klas perwira banyak nganggur, klw ada kecelakaan kapal org asing yg kapten tp ijaza beli lulusan dr Indonesia besok2 dr Indonesia tdk di percaya

Topik Terkait