Ketua IMM Maros: PTB Buka, Covid-19 Akan Lebih Mudah Tersebar

MAROS, CARIBERITA.CO.ID – Menyikapi terkait keputusan dibukanya kembali tempat wisata kuliner atau biasa disebut Pantai Tak Berombak (PTB) Maros. Menurut Khaeran, hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kepala masyarakat.

“Pasalnya, pada saat maros masih berstatus siaga dalam kondisi wabah covid-19, pemda dengan cepat dan tanpa diketahui apa sebabnya sehingga menutup tempat yang biasa ditongkrongi anak muda yang biasa disebut Pantai Tak Berombak (PTB),” tuturnya.

Tatkala himbuan Bupati muncul dengan menaikkan status Maros menjadi status waspada, sambung Khaeran, lalu tak lama kemudian, dinas kebudayaan dan pariwisatawa (dibudpar) berniat ingin membuka kembali tempat wisata kuliner tersebut.

“Ini membuat banyak tanya di kepala kita, ini juga mengasumsikan di kepala kita bahwa pemda Maros memang kalang kabut dalam menghadapi wabah yang sama-sama kita hadapi bersama. Mustinya pemdalah yang harus memunculkan solusi yang bersifat solutif dalam menghadapi kondisi yang sama-sama kita hadapi sekarang,” tambahnya.

Bahkan, katanya kalau kita mau genit dalam berfikir, bisa saja mungkin pemda betul-betul ingin masyarakatnya terkena virus covid-19 lantaran di bukanya kembali PTB.

“Alasan genit kalau memang betul-betul pemda menginginkan masyarakatnya terkena covid karena persoalan anggaran. Bayangkan, tidak main-main anggaran yang akan dikucurkan kalau masyarakat banyak yang terkena virus. Kan ada lagi anggaran bisa dipatte’ kalau banyak yang turun di kabupaten Maros,” guyonnya.

Persoalan solusi, tentu harus dipikirkan dengan matang, tak semata hanya karena persoalan ekonomi, lalu PTB langsung dibuka begitu saja.

Caber Maros : Hamzah Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait