Ketua PPNI Maros, Jawab Pernyataan Anggota DPRD Tentang Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, ini Penjelasannya

MAROS, CARIBERITA.CO.ID – Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Maros angkat bicara tentang pasien Positif Covid-19 (Coronavirus) yang Menjalani Isolasi Mandiri.

Isolasi Mandiri dirumah menjadi Cara terbaik untuk memutuskan transmisi atau penyebaran penularan Virus Corona.

Ketua DPD PPNI Kab. Maros Hasan Rahim, S.Kep, Ns, Mars saat di konfirmasi tim Media Cariberita.co.id melalui pesan Whatsupp pada hari Rabu, 08/04/2020 menjelaskan tentang pasien Positif Covid-19 Yang di Isolasi Mandiri dirumahnya masing-masing.

“Tidak semua yang positif mesti di ISOLASI di Rumah Sakit Kecuali gejala Sedang dan memburuk, Soal penanganan COVID-19 maka ikuti Panduan WHO dan atau Kemenkes”u ungkap Hasan Rahim

“bagi seseorang yang memiliki riwayat kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi/positif COVID-19 (yang disebut OTG) maka harus dilakukan Karantina Mandiri selama 14 hari dan wajib dilakukan Pemantauan/ skreening dan Jika hasilnya dinyatakan positif namun tidak memiliki gejala Batuk/Pilek, Demam, Nyeri tenggorokan dan Sesak napas maka sesuai Pedoman Kemenkes harus diisolasi mandiri di Rumah dan dalam pemantauan petugas kesehatan/surveilance Puskesmas setempat” tambahnya lagi

Sementara itu dalam pesan Whatsupp Hasan Rahim juga Berharap “saya berharap kepada seluruh Perawat di Garda terdepan untuk mengedukasi masyarakat ditengah kepanikan akibat kesimpangsiuran informasi terkait COVID-19. Dan kepada Pemerintah tentu untuk berupaya memberikan Perlindungan kepada Tenaga Kesehatan dalam bentuk jaminan ketersediaan APD dan saya kira sangat wajar jika disiapkan insentif khusus bagi mereka” tutup Hasan Rahim

Caber Maros : Hamzah Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait