oleh

Pemuda Pancasila Maros Desak Bupati Buat Rumah Singgah Untuk Pasien Isolasi

MAROS, CARIBERITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Maros di bawah kepemimpinan Bupati Hatta Rahman sepertinya lambat menghadapi Covid 19 khususnya di Kabupeten Maros.

Melihat Maros per tanggal (10/4/2020) sudah sekitar 16 kasus positif dan beberapa lainnnya PDP (Pasien Dalam Pemantauan).

Terlebih lagi ada salah satu dokter di RS Salewangan Maros telah dinyatakan suspeck sehingga sekitar 54 tenaga medis di yang bertugas di RS Salewangang harus di isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Akibat dari kejadian ini tenaga medis yang berjuang di RS Salewangang berkurang dan penanganan Covid 19 di Maros terancam lambat.

Melihat kondisi ini Ketua MPC Pemuda Pancasila Maros Alridho Ramadhan akhirnya angkat suara. Ridho menilai bupati Maros dalam kepemimpinan Hatta Rahman seakan tak berkutip sama sekali. “Bahkan sampai saat Maros dinyatakan sebagai daerah transmisi lomal Hatta Rahman hanya melakukan himbauan sosialisasi. ” ungkapnya

Ridho juga menyayangkan langkah pemerintah Maros di kepimpinan Hatta Rahman karena sampai saat ini belum membangun ruangan isolasi untuk pasien yang dinyatakan sebagai PDP.

” lambat sekali. Kasihan tenaga medis yang di isolasi di rumah masing-masing, mereka pasti akan mengancam lingkungannya masing-masing” imbuhnya

Ridho berharap ke depan Hatta Rahman bersama segenap Pemerintah Kabupaten Maros harus lebih progresif lagi. Utamanya mengadakan tempat khusus isolasi mandiri ini

Caber Maros : Hamzah Usman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait