Indeks berita terkini dan terbaru hari ini

Dear Ibu, Ketahui Posisi Menyusui yang Benar Agar Kebutuhan Kalori Bayi Tercukupi

0

Cariberita.co.id – Bagi ibu baru, proses menyusui bayi di awal mungkin tidak selalu berjalan lancar. Posisi menyusui yang salah, puting lecet, dan sederet masalah lainnya, bisa jadi penyebab yang membuat bayi tak mendapatkan cukup kalori dari ASI.

Dokter spesialis anak dr. Dimple Gobind Nagrani, Sp.A mengatakan bahwa penting bagi setiap ibu untuk mengetahui posisi menyusui yang benar agar kalori bayi tercukupi lewat ASI.

Caranya, pastikan agar tubuh bayi menghadap ke tubuh ibu dalam satu garis lurus. Kemudian, carilah posisi di mana dagu bayi menempel di payudara ibu dan dada atau perut bayi menempel dengan perut ibu.

Kemudian, ketika menyusui, tangan ibu harus menyangga leher dan punggung bayi. Tapi, ini tidak berlaku bila bayi disusui dalam posisi tidur. Selain itu, pastikan bayi menyusu dengan posisi mulut terbuka lebar dan dari areola payudara, bukan puting.

Baca Juga:
Ikatan Dokter Anak Gelorakan Dukungan Cuti Melahirkan 6 Bulan

Dikutip dari siaran pers Tentang Anak, ada kalanya ibu juga harus memompa ASI untuk mengosongkan payudara. Dr. Dimple juga memberikan kiat-kiatnya, di antaranya adalah memakai kompres hangat sebelum memompa. Ibu pun harus dalam posisi yang nyaman saat ingin memompa asi.

Sebelum proses dimulai, usahakan memijat payudara dan memompa kedua payudara. Urusan teknis yang harus diperhatikan adalah memastikan ukuran cup pompa pas dengan payudara.

Soal waktu yang tepat untuk memompa ASI, ada sedikit perbedaan tergantung dari apakah ibu memang biasa memberikan ASI perah untuk bayi karena tidak bisa bersama dengan anak sepanjang waktu, atau ibu yang rutin menyusui secara langsung.

Bila ibu memberikan ASI perah, usahakan memompa payudara minimal enam sampai delapan kali sehari. Bila ibu menyusui secara langsung dan memompa ASI, pastikan jarak memompa sekitar 30-60 menit setelah bayi menyusui atau satu jam sebelum bayi menyusui.

Bayi membutuhkan ASI secara ekslusif hingga berusia enam bulan. Ketika sudah menginjak 6 bulan hingga 9 bulan, bayi butuh 70 persen ASI dan sisanya dipenuhi lewat makanan pendamping ASI. Pada usia 9-12 bulan, persentase kebutuhannya bergeser menjadi 50:50, sementara asupan gizi yang dibutuhkan anak di atas 12 bulan berasal dari 30 persen ASI dan 70 persen MPASI.

Baca Juga:
Dukung Penuh Wacana Cuti Melahirkan 6 Bulan, Ketua IDAI: Demi ASI Eksklusif

Untuk memonitor pertumbuhan anak di usia dini, setiap bulan orang tua dapat mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala menurut umur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.