oleh

Mulai Malam ini, Semua “Kafe Miras” di Luwu Gulung Tikar

Bupati Luwu Drs. H. Basmin Mattayang, M.Pd akhirnya membuktikan komitmennya untuk menghilangkan semua Tempat Hiburan Malam (THM) penjual Miras yang biasa disebut “Kafe” di Tanah Luwu. Melalui Tim Terpadu yang sebelumnya telah dibentuk langsung oleh Basmin Mattayang ini, di back up oleh Polres Luwu dan TNI 1403/SWG.

Tak asal tindak, penutupan tempat-tempat maksiat ini dikomandoi Basmin Mattayang setelah melakukan penelitian bersama Tim Terpadu bentukannya, dengan upaya kroscek langsung di lapangan terhadap seluruh THM yang tidak memiliki izin kegiatan dan menjual minuman keras (Miras).

Selain itu, sebelum ditertibkan Tim Terpadu juga telah intens melaksanakan sosialisasi terkait rencana penutupan ke seluruh pelaku usaha Kafe Miras di Luwu. Namun tidak dapat dipungkiri, sebagian besar dari para pemilik Kafe belum menerima sepenuhnya jika THM mereka ditutup, dengan alasan bahwa Kafe merupakan sumber utama untuk menopang kehidupannya sehari-hari.

Kafe Nagoya salah satu THM yang disambangi Petugas untuk ditertibkan / ditutup

Sabtu (03/08/19) malam ini, tepat pukul 20.30 WITA, Penertiban / Penutupan THM yang dipimpin Kasat Pol PP Andi Iskandar diawali dengan Apel Bersama di Mapolres Luwu, didampingi Kabag Ops AKBP Yoseph, Kasat Intelkam Iptu Petrus Sandale, Kasat Reskrim AKP Faisal Syam,SH,SIK dan Kasat Lantas AKP Muhammadi Muhtari,SIK,SH serta Danramil Belopa Kapten Marthen, Tim Terpadu siap dengan pasukan lengkap yang melibatkan OPD terkait (Dinas Perizinan, Dinas Perdagangan dan Dinas Sosial), Satu Pleton Sat Pol PP, Tiga Pleton Polisi berpakaian dinas dan preman yang diperkuat beberapa anggota TNI. “Laksanakan tugas malam ini dengan baik, utamakan keselamatan, lakukan dengan sikap yang humanis tidak arogan,” pesan AKP Faisal dalam Apel.

Selepas Apel, Tim Terpadu langsung menyambangi satu persatu THM yang ada di Luwu. Tercatat dalam data Pemda, sebanyak 33 Kafe yang aktif beroperasi di Tanah Luwu dan masing-masing tidak memiliki SITU, SIUP juga TDP serta HO (izin gangguan) yang sah dari pemerintah setempat.

Suasana penertiban di salah satu THM wilayah Kecamatan Belopa Utara, Luwu

Saat digerebek petugas, sebagian Kafe sudah ada yang tutup dan sebagian lagi tampak masih aktif persiapan terima tamu. Dalam upaya penertiban, Kasat Pol PP berhadapan langsung dengan para pemilik THM. Selain ditutup, Andi Iskandar mengikat para Pemilik Kafe Miras dengan surat pernyataan “berjanji tidak akan membuka THM / Kafe Miras lagi di Luwu,” yang dikuatkan dengan tanda tangan bermaterai. “Pada dasarnya, mulai malam ini tidak ada lagi THM yang beraktivitas di Kabupaten Luwu,” Tegas Andi Iskandar.

Setelah ditutup, Andi Iskandar juga memberikan ultimatum ke seluruh THM, berupa kesempatan selam tiga hari untuk membereskan dagangannya, “Yang jelas sanksi tegas yang kita keluarkan, kita kasi kesempatan bagi para pengusaha THM, 3 x 24 jam untuk menutup dan membersihkan segala aktivitas yang ada di dalam,” lanjutnya.

Hingga berita ini dimuat, pasukan Tim Terpadu Penertiban THM di Luwu sudah beres dari wilayah Selatan hingga Belopa Kota dan kini tengah melanjutkan ke wilayah Utara yakni Kecamatan Bua dan Walmas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait