Indeks berita terkini dan terbaru hari ini
Baca :  Gabungan Obat Baru Ini Berhasil Menyelamatkan Ribuan Pasien Kanker Payudara Triple Negative

37+ Mockup Psd File Background

0

Cariberita.co.id – Nunung Srimulat enggan lakukan kemoterapi untuk mengobati penyakitnya kanker payudara. Nunung khawatir dengan kehidupan keluarganya yang perlu dibiayai, jika dirinya menjalani kemoterapi yang membutuhkan waktu cukup panjang.

“Kalau operasi itu kan sudah operasi. Kalau kemo itu kan membutuhkan waktu yang panjang. Ya kembali lagi, gimana keluarga saya,” ujar Nunung sambil menangis dikutip dari YouTube MOP Channel, yang diunggah Rabu (1/2/2023).

Meski begitu, Nunung hanya bisa pasrah menerima dan menjalani hidupnya. Komedian 59 tahun itu hanya takut tidak bisa bekerja lagi karena kondisi kesehatan yang tidak baik.

Kemoterapi memang menimbulkan efek samping tertentu. Selain itu, biasanya membutuhkan waktu lama.

Baca Juga:
Dikira Encok, Nunung Srimulat Abaikan Gejala Awal Kanker Payudara Sejak 5 Bulan Lalu

Dikutip dari Hello Sehat, obat kemoterapi biasanya disuntikkan ke pembuluh darah melalui jarum, infus, atau kateter pada tangan atau pergelangan tangan. Port kateter juga mungkin akan ditanamkan pada dada sebelum pengobatan dimulai.

Tidak semua pasien pengidap kanker payudara langsung membutuhkan kemoterapi. Biasanya, prosedur itu akan direkomendasikan pada kondisi dan waktu-waktu tertentu setelah pemeriksaan oleh dokter.

Kemoterapi kanker payudara biasanya mencakup rangkaian pengobatan yang bisa terdiri dari 4 sampai 8 siklus. Setiap siklus bisa berlangsung selama 2–3 minggu. Jadwal pemberian obatnya pun tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan.

Pada umumnya, satu rangkaian kemoterapi bisa berlangsung selama 3 sampai 6 bulan atau lebih lama, tergantung stadium kanker payudara.

Kemoterapi kanker payudara memiliki beberapa efek samping umum. Efek samping tergantung pada jenis dan dosis obat yang diterima, lamanya pengobatan, serta kesehatan pasien secara keseluruhan, termasuk bagaimana respons tubuh terhadap obat-obatan.

Baca Juga:
Lawan Kanker Payudara, Nunung Harus Pulangkan Keluarga ke Solo: Ini Keputusan Sulit

Baca :  Jangan Ditunda-tunda, IDAI Tegaskan Lagi Pentingnya Vaksinasi COVID-19 untuk Anak: Cegah Jadi Penular Aktif

Efek samping yang dirasakan setiap pasien pun mungkin berbeda meski mendapatkan regimen yang sama.

Sebagian besar efek samping kemoterapi bersifat sementara dan mereda setelah perawatan selesai. Namun, dalam beberapa kasus, kemoterapi dapat memberi efek jangka panjang atau permanen.

Di antara beberapa efek samping kemoterapi yang biasa terjadi pada pasien kanker seperti rambut rontok, kelelahan, kerusakan saraf, hingga masalah fungsi kognitif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.