oleh

Pria Kebal yang Viral Mengamuk Pake Badik di Makassar Diamankan POLISI

MAKASSAR, CARI BERITA – Jumat (20/12/19) siang, Jagad Maya Sulawesi Selatan dihebohkan dengan aksi dari salah seorang pria yang diduga kebal benda tajam, mengamuk di pinggir jalan Perintis Kemerdekaan, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar.

Belakangan diketahui pria sakti ini bernama Zulkifli, dengan menggunakan sebilah Badik (senjata tajam tradisional khas Bugis-Makassar) mengiris-ngiris tubuhnya sembari membabi-buta mengancam dan menantang berduel setiap orang yang ada di sekitarnya.

Namun tanpa sadar, aksi garangnya itu ternyata terekam camera netizen hingga kemudian viral di media sosial yang pada akhirnya berbuntut panjang karena video yang bedurasi 1 menit 37 detik tersebut dengan sigap langsung direspon pihak Kepolisian.

Dikutip dari berita sindonews.com Makassar, Penyidik Unit Reskrim Polsek Tamalanrea telah resmi menahan Zulkifli si pria kebal ini.

Kapolsek Tamalanrea KOMPOL Syamsul Bakhtiar membenarkan, pria tersebut bernama Zulkifli, merupakan ketua dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Makassar yakni Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan, yang Sabtu (21/12/19) kemarin sekitar pukul 11.00 Wita telah diamankan POLISI.

“Sudah ditahan hari ini, ada di kantor pelakunya, kemarin diamankan, cuman hari ini penahanan secara resminya, namanya Zulkifli, yah ketua BMI,” beber KOMPOL Syamsul pada Minggu (22/12/19).

KOMPOL Syamsul menerangkan, bahwasanya Zulkifli diamankan setelah dilakukan pemanggilan secara persuasif.

“Kita undang baik-baik. Jadi dia datang sendiri ke kantor, diperiksa lalu kita lakukan penahanan, Pelaku juga cukup kooperatif,” jelasnya.

Dari hasil penyidikan POLISI, dalam keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Zulkifli mengaku aksi brutalnya yang berbuat onar dengan menggunakan senjata tajam lantaran tersinggung, karena spanduk pemberitahuan di sekitar lokasi hilang.

“Mengamuknya itu hari Jumat tanggal 20 Desember, kira-kira jam 2 siang. Motifnya ini karena ketersinggungan. Spanduknya dibongkar, semacam pemberitahuan, kayak itu dilarang membangun,” terang POLISI berpangkat satu bunga ini.

KOMPOL Syamsul juga menegaskan, jika saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti Badik yang digunakan pelaku mengamuk dan mengancam.

“Sementara kita terapkan pasal 369 tentang pengancaman, ancaman hukumannya 4 tahun. Tapi masih kita kembangkan lagi, cari barang bukti badiknya. Pasti kita kenakan undang-undang darurat karena ada di videonya. Kalau sudah dapat badiknya kita tambahkan pasalnya,” tutup Kapolsek Tamalanrea.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait