oleh

Setelah NA Tinjau Abrasi di Galesong, HPMG Pertanyakan Dokumen Penerima CSR

TAKALAR, CARIBERITA.CO.ID – UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasih publik.

Sebagaimana gubernur sulawesi selatan nurdin abdullah pada saat meninjau lokasi abrasi di pesisir laut galesong dan memastikan tahun depan tidak ada lagi kejadian abrasi seperti ini.

Setelah melihat beberapa kejadian abrasi dan keluhan masyarakat HIMPUNAN PEMUDA MAHASISWA GALESONG kembali mempertanyakan anggaran CSR yang di keluarkan oleh beberapa perusahaan yang menambang pasir sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Dokumen tanggung jawab sosial dan lingkungan dari PT Gasing Sulawesi mengalokasikan anggaran ke 4 Desa di Kecamatan Galesong Utara dengan total Rp 4.126.637.500. Timbul beberapa pertanyaan terkait persoalan ini bahwa Anggaran sebesar ini di pake untuk apa ? Alokasinya kemana ? Sedangkan banyak masyarakat yang terkena abrasi.

Radhi sebagai kader HPMG sekaligus pemuda yang mengagas gerakan peduli abrasi di Desa Mappakalompo mempertanyakan arah dana CSR dari perusahaan penambang yang belum jelas arahnya.

“Kami masih mencari dokumen dari perusahaan lain. Sampai saat ini kami belum menemukan dokumen itu. Perusahaan paham tidak soal sistem keterbukaan informasih publik ? masyrakat punya hak untuk mengatuhui sesuai amanah undang undang. Wajar saja timbul asas praduga penyalahgunaan sebab masyarakat mengeluh abrasi terkait tambang pasir tahun lalu apa lagi dokumen anggaran tanggung jawab sosial sama sekali tidak transparan,” tegasnya

(Taufan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait