Indeks berita terkini dan terbaru hari ini
Baca :  Erick nilai kemenangan 9-0 Indonesia dari China Taipei sangat spesial

37+ Mockup Psd File Background

0

Jakarta (ANTARA) – Tenggat waktu Jumat pekan telah berlalu dan kini Raine Group yang ditunjuk Chelsea akan memangkas jumlah konsorsium calon pembeli The Blues menjadi tiga.

Chelsea terpaksa menjual sahamnya setelah pemiliknya yang asal Rusia, Roman Abramovich, dijatuhi sanksi oleh Inggris karena dugaan terkait dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Abramovich sudah menunjuk Raine Group, sebuah bank investasi berkantor pusat di New York, untuk menemukan pemilik baru. Berikutnya lembaga ini akan memeras jumlah calon pembeli menjadi tiga Selasa ini.

Ada enam calon pembeli dan berikut informasi singkat mengenai keenamnya seperti dilaporkan The Mirror.

Baca juga: Roman Abramovic: saya putuskan untuk jual Chelsea

BLUE FOOTBALL CONSORTIUM

Pengusaha Inggris Nick Candy adalah wajah dari Blue Football Consortium yang awalnya terdiri dari investor Eropa dan Amerika Serikat. Taipan properti berbasis di London ini adalah penggemar berat Chelsea dan sudah mendapatkan dukungan dari mantan striker dan manajer The Blues Gianluca Vialli yang merupakan salah satu pendiri perusahaan investasi Tifosy Capital & Advisory.

Candy and Co diyakini telah mengajukan penawaran awal senilai 2 miliar pound. Kemungkinan nilai ini dia naikkan secara signifikan setelah mendapatkan dukungan dari investor Korea Selatan Hana Financial Group dan C&P Sports Group.

KELUARGA RICKETTS

Keluarga Ricketts adalah salah satu dari investor Amerika Serikat yang diyakini memiliki tangan kuat untuk mengambil alih Chelsea. Kerabat keluarga ini sudah memiliki klub Major League Baseball Chicago Cubs dan mereka percaya berada dalam posisi baik untuk menguasai Stamford Bridge.

Baca juga: Pemilik klub bisbol AS ajukan tawaran beli Chelsea

KONSORSIUM TODD BOEHLY

​​​​​​​

​​​​​​​
Pengusaha Amerika yang memiliki saham dalam klub Major League Baseball Los Angeles Dodgers ini adalah salah satu yang pertama mengutarakan minat membeli The Blues dan membentuk konsorsium dengan miliarder Swiss Hansjorg Wyss dan investor properti Inggris Jonathan Goldstein.

Baca :  LIB tak buru-buru persilakan penonton Liga 1 2021-2022 ke stadion

Firma investasi Clearlake Capital yang berbasis di California juga terlibat dan kemungkinan nilai penawaran mereka akan dinaikkan dari semua 2-2,5 miliar pound.

SAUDI MEDIA

Grup media terbesar di Timur Tengah in diyakini telah mengajukan tawaran awal paling besar senilai 2,7 miliar pound pekan lalu.

Mereka dimiliki pendukung The Blues Mohamed Alkhereiji yang juga didukung sejumlah investor lain di Arab Saudi. Konsorsium ini menempatkan renovasi Stamford Bridge dan Cobham, serta Chelsea Women, sebagai sebagai prioritas utamanya.

Baca juga: Konsorsium Arab Saudi ingin beli Chelsea

LORD SEB COE dan SIR MARTIN BROUGHTON

​​​​​​​

​​​​​​​
Penggemar Chelsea Lord Seb Coe berkongsi dengan Sir Martin Broughton, mantan ketua Liverpool dan wakil ketua International Airlines Group, untuk membeli Chelsea. Evolution Media Capital diyakini menjadi bagian dari grup ini, tetapi Lord Coe dan Sir Broughton belum membocorkan berapa nilai penawaran mereka.

CENTRICUS

​​​​​​​

​​​​​​​
Pada Senin, terungkap bahwa sebuah konsorsium Inggris telah ikut mengajukan penawaran membeli Chelsea. Perusahaan manajemen aset yang berbasis di London itu, manajer dana lindung nilai Cheyne Capital yang bernama Jonathan Lourie dan Bob Finch dari Talis Capital termasuk yang membentuk konsorsium ini. Salah satu pendiri Centricus Nizar Al-Bassam dan kepala eksekutif Garth Richie adalah juga penggemar Chelsea.

Baca juga: Calon pembeli Chelsea Martin Broughton klaim punya sokongan global

Baca juga: Tuchel berharap gejolak kepemilikan Chelsea segera tuntas

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.