Resto dengan Korean Beef Premium Hadir di Indonesia

Woodaum+62 ingin hadirkan Korean fine dining yang eksklusif dan berkelas di Indonesia

Cariberita.co.id, JAKARTA — Setelah sukses menyajikan daging sapi premium di Korea, Woodaum+82 akan segera hadir di Indonesia dengan nama Woodaum+62. Woodaum+62 diresmikan pada acara grand opening di The Grand Mansion Menteng, Jakarta Pusat pada Senin, 16 Januari 2023 ini.


Woodaum+82 merupakan resto asal Korea yang menyajikan “1++ grade dry-aged Korean premium beef” yang dimasak langsung oleh chef professional.


Dengan tagline “make the moment more special”, Woodaum+82 menghadirkan konsep resto yang privat dan nyaman untuk memberikan momen lebih spesial bagi para pelanggan yang hadir menikmati sajian dari woodaum+82.


Hal ini juga di aplikasikan pada Woodaum+62 yang akan dibuka di The Grand Mansion Menteng, Jakarta Pusat. “Pengennya orang Indonesia merasakan rasa makanan Korea dengan rasa yang asli walaupun ada di Indonesia,” kata salah satu pemilik, Byoung Il Oh dalam rilisnya, Senin.

 


Pergelaran grand opening Woodaum+62 mengundang beberapa tamu penting untuk merasakan suasana Korean fine dining dengan sajian beef premium yang dimasak langsung oleh master chef asal korea andalan Woodaum, Byun Jong Kyu.


Selain itu beberapa tamu yang diundangkan mendapatkan member eksklusif dari Woodaum sebagai member dari resto tersebut. Acara grand opening Woodaum+62 ini mengangkat tema private dinner.


Dimana para tamu akan diarahkan oleh team yang bertugas untuk menuju ruangan yang sudah disediakan agar para tamu bisa menikmati hidangan yang telah disajikan oleh master chef asal korea tersebut.


Hidangan yang disediakan oleh Woodaum+62 antara lain ramdong with striploin, spicy Korean BBQ chicken, scallion pancake with seafood & makgeolli dan pan-fried battered beef & glass noodles with vegetable & beef sirloin bulgogi.


Dalam undangan yang diberikan kepada para tamu, terdapat sekilas tulisan Byun Jong Kyu yang mengatakan, makanan adalah simbol dan kode budaya yang penting. Makanan Korea muncul di era baru gastrin.


“Saya menemukan representasi budaya masing-masing hidangan juga menjadi penting. Saya menafsirkan ulang estetika makanan Korea yang representatif termasuk makanan yang menunjukkan estetika pencampuran, makanan fermentasi yang menunjukkan estetika penantian, makanan itu menunjukkan pertimbangan, makanan yang menunjukkan keindahan warna, dan makanan yang menunjukkan rasa,” kata Byun.


Selain itu, ada makanan yang berperan sebagai makanan obat yang berperan sebagai ‘jeong’ yang terungkap dengan baik etnis Korea, dan makanan untuk didoakan doa. “Dan harapan kami, dapat melihat semua makanan ini di Woodaum+62,” kata Byun lagi.


Hadirnya Woodaum+62 diharapkan agar masyarakat Indonesia bisa merasakan bagaimana sensasi Korean fine dining yang eksklusif, berkelas dan sajian daging yang berkualitas yang dimasak langsung oleh master chef asal Korea.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *