Wisata Kuliner Pamekasan, Begini Kenikmatan Sate Lalat Khas Kabupaten Pamekasan

Wisata Kuliner Pamekasan, Begini Kenikmatan Sate Lalat Khas Kabupaten Pamekasan
Pamekasan – Berkunjung ke suatu tempat, tak lengkap rasanya kalau tidak mencoba kuliner khasnya. Setiap daerah mempunyai kuliner khas daerahnya masing-masing.

Sama halnya ketika kita berkunjung ke Kabupaten Pamekasan akan yang terlintas di pikiran adalah Sate Madura. Namun yang belum banyak orang tahu tentang Sate Madura adalah Sate Lalat yang sate tersebut lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Pamekasan.

Banyak orang mengira bahwa Sate Lalat adalah sate yang terbuat dari lalat atau laler. Itu merupakan sebuah persepsi yang salah. Sate lalat adalah sate yang terbuat dari daging kambing, ayam, kelinci, dan sapi yang dalam hal pemotongannya itu dipotong kecil-kecil sehingga mirip dengan lalat.

Hal unik yang dinamakan ke sate tersebut membuat para wisatawan dari luar penasaran dan tertarik untuk mecobanya. Ketika berkunjung ke Madura lebih tepatnya ke Kabupaten Pamekasan tentunya tak sulit untuk mencari keberadaan penjual Sate Lalat tersebut.

Keberadaannya banyak dijumpai di pinggir jalan raya dan juga penjual Sate Lalat tersebut berkumpul dalam satu tempat sentra kuliner di Pamekasan yaitu lebih tepatnya di jalan Niaga di Pusat Sentra Kuliner Pamekasan Sae Salera. Satu porsi Sate Lalat berisi 20 tusuk dengan harga 12 – 15 ribu Kudapan ini biasanya disajikan bersama lontong atau nasi.

Sate lalat ini biasa di jual pada malam hari. Setiap malam ramai dikunjungi para pembeli baik dari warga Pamekasan maupun luar Pamekasan. Pengunjung setiap malam kurang lebih puluhan orang mulai anak muda hingga pejabat setempat.

Beberapa tahun yang lalu, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menetapkan tiga lokasi sebagai pusat pengembangan wisata kuliner di wilayah Pamekasan. Ketiga lokasi yang dikembangkan itu masing-masing di Jalan Niaga, Jalan Dirgahayu dan Jalan Trunojoyo.

Puput (25) asal Pamekasan, yang pernah membeli sate lalat itu menyampaikan bahwa sate lalat yang di jual di Pamekasan memang berbeda dengan sate yang lain baik dari rasanya hingga aromanya berbeda.

“Jadi saya suka dengan sate lalat ini karena rasanya tidak sama dengan sate yang di jual di jual pada umumnya,” ungkapnya.

“Sate Lalat memang ukurannya lebih kecil dari biasanya, karena itulah kuliner khas Pamekasan ini berbeda dengan sate pada umumnya,” imbuhnya.

Sate lalat pada umumnya tidak memiliki perbedaan dengan sate-sate lainnya yaitu sama menggunakan bumbu kacang dan kecap cuma yang membedakan dalam hal ukurannya saja yang kecil-kecil sehingga orang dalam memakannya sekali santap.

Sate Lalat lebih nikmat jika dimakan pada malm hari dan disantap menggunakan lontong ditemani dengan teh hangat. Hal tersebut akan menambah kenikmatan tersendiri bagi anda yang menikmati Sate Lalat tersebut.

Banyak para wisatawan yang ketagihan akan bentuk, rasa, dan keunikan Sate Lalat tersebut sehingga sulit untuk melupakannya dan jika berkunjung lagi ke Madura lebih tepatnya di kabupaten Pamekasan pasti tidak akan lupa untuk mampir mencicipi lezatnya Sate Lalat khas Madura.

Penulis : M Nuruz

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *