Indeks berita terkini dan terbaru hari ini
Baca :  Si Kecil Susah Minum Obat? Simak 6 Tips Jitu Membujuk Anak

37+ Mockup Psd File Background

0

Cariberita.co.id – Jelang Hari Diabetes Sedunia 2023 alias World Diabetes Day pada 14 November mendatang, jarang yang memikirkan komplikasi diabetes salah satunya asam urat. Kok bisa?

Dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Pekanbaru, dr. Hady, M.Med (Int.Med), Sp.PD diabetes kerap dikaitkan dengan asam urat dan hipertensi. Namun perlu ditegaskan ketiga penyakit ini disebabkan oleh hal berbeda, dan masing-masing sesuai kondisi pasiennya.

“Ketiga dari penyakit diabetes, asam urat, dan hipertensi adalah 3 jenis penyakit yang disebabkan karena faktor yang berbeda. Namun penderita diabetes diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena asam urat dan hipertensi,” ujar dr. Hady melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (11/10/2023).

dr. Hady menambahkan saat mengidap diabetes, tubuh akan cenderung memiliki kadar gula yang tinggi karena tubuh tidak bisa lagi memproses gula dalam darah akibat resistensi insulin.

Ilustrasi penyakit asam urat di kaki (Pixabay/Olyviazhu)
Ilustrasi penyakit asam urat di kaki (Pixabay/Olyviazhu)

Asam urat adalah penyakit radang sendi yang terjadi ketika asam urat di dalam tubuh meningkat dan menumpuk dalam darah hingga akhirnya menyebabkan nyeri sendi, yang dapat terjadi di area kaki atau tangan. Asam urat memiliki peran penting dalam mengendalikan kadar purin dalam tubuh yang kemudian akan dibuang melalui urine.

Namun dalam kondisi tertentu tubuh dapat memproduksi asam urat terlalu banyak, dan jika itu terjadi maka tubuh akan mulai memproduksi kristal tajam yang bisa mengendap pada sendi dan jaringan-jaringan lainnya, hingga menghasilkan nyeri hebat.

Para peneliti percaya diabetes berpengaruh pada tubuh dalam mengendalikan asam urat terutama jika mereka juga kelebihan berat badan atau obesitas, karena dalam kondisi tersebut tubuh akan kesulitan membuang asam urat yang akhirnya dapat mengendap dan menyebabkan asam urat.

Baca :  Hits Health: Demam Setelah Vaksinasi, Kopi Berisi Obat Kuat Viagra

“Selain itu, gula juga dapat meningkatkan tekanan darah apabila telah menyerang ginjal. Ini dikarenakan ginjal yang tidak bekerja dengan baik akan meninggalkan darah resisten terhadap cairan tubuh dan garam. Jika cairan tubuh tidak terkendali dan garam meningkat, maka tekanan darah bisa meningkat dan menyebabkan hipertensi,” beber dr. Hady.

ilustrasi diabetes (freepik.com/xb100)
ilustrasi diabetes (freepik.com/xb100)

Sedangkan hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah dalam tubuh meningkat di atas rata-rata karena berbagai faktor, seperti menyempitnya pembuluh darah, terganggunya keseimbangan cairan tubuh, dan masalah pada otot jantung dan pembuluh darah lainnya.

Kondisi ini bisa berbahaya karena dapat membuat kerusakan permanen pada jantung dan pembuluh darah yang bisa berujung ke masalah serius seperti serangan jantung, hingga kematian mendadak.

Agar komplikasi tidak semakin memburuk, dr. Hady juga mengingatkan pasien untuk lebih memperhatikan pola makan, karena bisa memperburuk atau bahkan membuat gejala diabetes, hipertensi maupun asam urat kambuh yang bisa sangat menyiksa.

“Penderita diabetes disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan akan tinggi gula, untuk asam urat disarankan untuk menurunkan konsumsi makanan tinggi akan kandungan purin, serta hipertensi disarankan untuk menurunkan kadar kolesterol serta garam,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.