Indeks berita terkini dan terbaru hari ini
Baca :  Indonesia Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional Sesuai Standar WHO, Apa Fungsinya?

37+ Mockup Psd File Background

0

Cariberita.co.id – Ada berbagai pilihan terapi untuk mengatasi masalah kesesehatan emosional dan mental, salah satunya terapi bermain.

Terapi bermain mengacu pada bentuk psikoterapi yang membantu anak-anak dan orang dewasa memperbaiki kesehatan mental serta emosional dengan cara bermain.

Terapis akan mendorong anak-anak untuk memahami emosi mereka sendiri dan membaginya dengan orang tua, yang menggunakan kegiatan bermain sebagai media untuk memahami kebutuhan anak.

Terapi bermain ditujukan untuk siapa?

Baca Juga:
4 Dampak Body Shaming kepada Anak, Yuk Jadi Orang yang Lebih Bijak!

Pengobatan ini umumnya digunakan oleh anak-anak yang tidak dapat memproses emosinya atau mengekspresikan dirinya secara verbal.

Dalam kasus seperti itu, terapi bermain sangat efektif untuk anak-anak berusia tiga tahun ke atas karena bertindak sebagai penilaian psikologis.

Ilustrasi anak bermain cat warna (Pexels/Eren Li)
Ilustrasi anak bermain cat warna (Pexels/Eren Li)

Menurut The Health Site, terapi bermain dianggap efektif untuk anak-anak dan orang dewasa yang pernah mengalami trauma fisik maupun emosional.

Terapi ini juga sangat disarankan bagi korban bully, yang pernah menyaksikan konflik bersenjata atau bencana alam, atau mengalami perubahan hidup secara drastis.

Beberapa masalah umum lainnya yang biasanya ditangani dalam terapi bermain termasuk kemarahan dan agresi. Anak-anak yang terlalu agresif menekan emosi mereka dan akhirnya merasa ‘tercekik’ oleh situasi.

Baca Juga:
IDI dan IDAI Minta Semua Masyarakat Waspada dengan Kasus Hepatitis Akut Pada Anak dan Orang Dewasa, Ini Gejalanya

Terapi bermain membantu mereka membuka diri daripada menggunakan agresi untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Anak hiperaktif dengan ADHD dan mereka yang menderita autisme juga dapat menggunakan terapi bermain untuk menemukan cara mengekspresikan ide dan emosi secara bebas.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca :  Berita Bencana di TV dan Media Sosial Dapat Memicu Gejala Gangguan Stres Pascatrauma pada Anak-anak
Leave A Reply

Your email address will not be published.